Jokowi – Mengenal Sosok Joko Widodo Lebih Dekat

Jokowi Portrait
Jokowi Portrait - www.muhammadfadli.com

Nama Jokowi sekarang telah menjadi salah satu nama yang tercantum pada daftar presiden Indonesia. Jokowi nama aslinya adalah Ir. H. Joko Widodo. Pria yang lebih akrab disapa Jokowi ini lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 21 Juni 1961. Ya, beliau adalah Presiden RI ke-7. Tahukah Anda, saat lahir Jokowi diberi nama Mulyono namun akhirnya berganti nama menjadi Joko Widodo, sampai sekarang.

Jokowi Tersenyum
Jokowi tersenyum dengan ramah, senyumnya saja sudah senyum rakyat.

Tidak ada penjelasan yang pasti mengapa Joko Widodo berganti nama, namun secara adat Jawa memang disahkan bila seorang anak diganti namanya. Ada upacara khususnya juga untuk ini. “Jokowi itu pemberian nama dari buyer saya di Perancis”, begitu kata Jokowi saat ditanya darimana muncul nama Jokowi.

Kata Jokowi melanjutkan, begitu banyak nama dengan nama depan Joko yang menjadi eksportir mebel kayu. Pembeli dari luar negeri pun bingung untuk membedakan yang mana Joko yang satu dengan yang lainnya. Makanya, ia diberikan nama khusus, yaitu Jokowi. Nama itu melekat sampai sekarang.

Jokowi Suka Musik Metal

Jokowi mulai menyukai musik “cadas” ketika dia masih remaja, saat masih sekolah di SMP Negeri Solo 1 pada tahun 1977. Saat Jokowi yang masih remaja pulang sekolah, dia kerap melewati sebuah rumah yang menghadap stadion Manahan dijalan pulang. Dari rumah itu terdengar suara musik keras yang ternyata sedang dimainkan oleh anak-anak muda berambut gondrong.

Kabarnya band tersebut adalah band Terenchem. Sejak saat itu Jokowi remaja suka berhenti sejenak untuk menonton band ini memainkan musik rock. Nah dari situ Jokowi mulai menyukai musik rock, bahkan metal. “Saya mencintai semua musik yang keras karena liriknya tidak hanya soal cinta, tapi juga mengenai lingkungan, antikorupsi, serta peperangan,” ujar beliau. Jokowi menyukai band-band musik rock dan metal seperti Led Zeppelin dan Black Sabbath. Gokil pak!

Jokowi Suka Musik Metal
Jokowi Suka Musik Metal.

Bagi Jokowi, bekerja di bidang pemerintahan adalah sebuah ketidaksengajaan. Aslinya, Jokowi adalah pengusaha mebel 100% ekspor. Jokowi merasa dahulu saat ia terpilih menjadi walikota Surakarta hanya karena masyarakat sudah malas dengan sosok yang terkenal dan lantas memilihnya karena ia tidak terkenal. Nah, sekarang mari kita simak perjalanan hidup Jokowi.

Perjalanan Singkat Hidup Jokowi

Joko Widodo merupakan anak sulung sekaligus anak laki-laki satu-satunya dari pasangan Noto Mihardjo dan Sudjiatmi. Jokowi punya tiga adik perempuan. Ia sebenarnya punya adik laki-laki namun meninggal saat persalinan.

Jokowi lahir dan besar dengan ekonomi seadanya. Kesulitan ekonomi keluarga membuat Jokowi saat muda harus membantu orang tuanya berjualan, mengojek payung dan menjadi kuli panggul untuk mencari sendiri keperluan sekolah dan uang jajan sehari-hari. Dari sinilah perjalanan Jokowi menuju keatas dimulai.

Mewarisi keahlian bertukang kayu dari sang ayah, tak heran Jokowi mampu menjadi pengrajin kayu di umur 12 tahun. Jokowi pernah mengalami penggusuran rumah sebanyak tiga kali saat masih kecil. Pengalamannya ini mempengaruhi cara berpikir dan kepemimpinannya kelak saat menjadi walikota Surakarta dalam hal penertiban rumah warga.

Jokowi Muda
Jokowi ketika masih muda, mungkin dengan kakek neneknya.

Pendidikan diawali Jokowi di SDN 112 Tirtoyoso yang dikenal sebagai sekolah untuk kalangan menengah kebawah. Setelah lulus SD, Jokowi melanjutkan pendidikan ke SMPN 1 Surakarta. Ketika lulus SMP, Jokowi sempat ingin masuk ke SMAN 1 Surakarta namun gagal dan akhirnya bersekolah di SMAN 6 Surakarta. Jokowi termasuk murid yang rajin dan pintar di sekolahnya. Kebiasaan Jokowi adalah menggarisi bagian-bagian penting yang tertulis di buku.

Jokowi muda vs Jokowi Tua
Jokowi muda vs Jokowi Tua .

Dengan kemampuan akademis yang dimiliki, Jokowi melanjutkan pendidikan dengan kuliah di UGM Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan. Untuk membiayai kuliahnya, keluarga Jokowi sampai harus berpatungan. Di perkuliahan, ia banyak mendalami struktur, pemanfaatan dan teknologi kayu.

Setelah lulus sarjana pada tahun 1985, Jokowi bekerja di BUMN PT Kertas Kraft Aceh dan ditempatkan di area Hutan Pinus Merkusii di Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah. Pada tahun 1986, tepatnya 24 Desember 1986, Jokowi menikah dengan istrinya Iriana. Saat Iriana hamil 7 bulan, Jokowi berhenti dari pekerjaannya di Aceh dan memboyong istrinya kembali ke Solo.

Jokowi di Pameran Mebel
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Mendag Rachmad Gobel (kanan) mengamati furniture disalah satu stan pada pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2015.

Ia bertekad berbisnis kayu dan bekerja di usaha milik Pakdenya, Miyono, di bawah bendera CV Roda Jati. Pada tahun 1988, Jokowi memberanikan diri mendirikan CV sendiri yaitu CV Rakabu. Apakah terdengar familiar di telinga Anda? Ya, ini diambil dari nama anaknya yang pertama, Gibran Rakabuming Raka. Usahanya sempat berjaya dan juga naik turun karena terkena tipu pesanan yang tidak membayar.

Gibran Rakabuming Anak Jokowi
Gibran Rakabuming anak Jokowi punya bisnis catering sendiri.

Namun, pada 1990, Jokowi kembali bangkit dengan usaha mebelnya berkat bantuan pinjaman uang dari ibundanya sebesar 30 juta rupiah. Usaha ini membawanya bertemu Micl Rokmanan, buyer yang memberi panggilan Jokowi padanya.

Dengan kejujuran dan kerja keras, Jokowi meluaskan usahanya sampai Eropa. Beberapa kali ia berkunjung ke Eropa dan matanya terbuka bagaimana baiknya pengaturan kota di Eropa dan menjadi inspirasinya saat memasuki dunia politik. Ia ingin menerapkan kepemimpinan manusiawi dan mewujudkan kota yang bersahabat untuk warga Surakarta.

Jokowi Berpolitik

‘’Bagaimana saya bisa mengawali kiprah di politik? Selalu jawab saya sederhana untuk pertanyaan ini. Tercebur. Ya, memang tercebur. Saya tidak pernah meletakkan kata politik di dalam target hidup saya. Sama sekali,” demikian ujar Jokowi yang dikutip dari buku official memoar Jokowi Memimpin Kota Menyentuh Jakarta karya Alberthiene Endah.

Jokowi Memimpin Kota Menyentuh Jakarta - Alberthiene Endah
Jokowi Memimpin Kota Menyentuh Jakarta – Alberthiene Endah

Tahun 90an bisa dibilang usaha mebel Jokowi sedang jaya-jayanya. “Pasca krismon, nilai dollar yang membumbung tinggi membuat pendapatan dari ekspor juga membengkak,” ujar Jokowi. Namun demikian Jokowi tidak tega dengan nasib masyarakat yang sengsara kala itu. Di saat masyarakat di luar Solo mengakui kotanya sebagai cagar budaya, kenyataannya warga-warga kampung penghasil karya seni hidupnya susah. Lantas Jokowi mengatakan bahwa kenyataan pahit itulah yang mendorongnya untuk membidani lahirnya organisasi yang memayungi pengrajin dan pengusaha mebel di Solo.

Ada fenomena muram yang mengawang di atas pamor Solo sebagai salah satu wisata populer di Indonesia. Sudut-sudut kota tak terawat, hotel-hotel tak laku, juga potensi wisata yang mati suri. Jokowi pun bertanya dalam hati, pembangunan ini milik siapa dan untuk siapa? “Saya merasa bersalah jika hanya sibuk memikirkan bisnis saya.

Jokowi Belusukan
Jokowi belusukan merakyat, nice pak.

Bayangkan banyak pedagang kecil, orang-orang pinggiran dan masyarakat yang disikapi tak adil terus menghantui. Seperti ada panggilan yang menghampiri saya,” kata Jokowi. Jokowi memprakarsai pembukaan cabang Asmindo, sebuah organisasi pedagang mebel yang menaungi pedagang mebel di seluruh Indonesia dan lebih dari 140 pengusaha mebel dan kerajinan di Solo. Organisasi itu dihidupkan Jokowi di Solo mulai 11 Juli 2002. Jokowi pun didaulat jadi ketuanya. Aktivitas Jokowi di organisasi ini kemudian disorot oleh orang-orang politik.

Asmindo mendukung Jokowi
Asmindo mendukung Jokowi.

Pada tahun 2004 para pengurus dan anggota Asmindo Komda Surakarta banyak kasak-kusuk. Jokowi menirukan selentingan orang Asmindo,”Saya mendengar ada selentingan pak Jokowi maju saja sebagai wali kota”. Kala itu Jokowi hanya tertawa, ia mengaku tak punya impian di politik. “Yang lebih menggelikan lagi saya ini tak pernah bersentuhan dengan politik. Saya tidak pernah tertarik bergabung dengan partai tertentu dan tidak pernah berkecimpung di ajang-ajang yang berhimpitan dengan politik atau pemerintahan,” kata Jokowi.

Memasuki tahun 2005, dorongan buat Jokowi agar menjadi wali kota sangat kuat.  Secara resmi pengurus Asmindo mendorong Jokowi maju sebagai calon wali kota Solo. Walaupun Jokowi tetap menolak, namun ia memikirkan panggilan tersebut dengan shalat istikharah dan meminta pendapat istri dan anak-anaknya. Hingga akhirnya Jokowi mantap untuk menerima panggilan tersebut, ia mendatangi kantor Asmindo dan bertanya, “Dengan siapa saya akan digandengkan menuju Pilkada Solo?”. Terjawab sudah, Jokowi menggandeng Rudy sebagai calon wakilnya.

Jokowi di Panggung Politik
Jokowi di panggung “politik”.

Jokowi berpesan agar tidak ada kampanye yang buang-buang uang. Partai yang mengusung Jokowi adalah PDIP. Menurut Megawati selaku ketua PDIP, Jokowi bekerja dengan tulus, memiliki komitmen dan kepribadiannya sederhana. Pasti akan disukai rakyat. Jokowi adalah tipikal krempeng tapi bertenaga banteng. Yah, sesuailah dengan lambang PDIP, ya?

Hasil Pilkada Solo tahun 2005 menyatakan Jokowi-Rudy unggul. Hal itu mengenjutkan buat Jokowi karena ia merasa ia tidak seterkenal kandidat yang lain. Setelah terpilih, Jokowi mengembangkan Solo yang sebelumnya buruk penataannya dan menjadi lebih baik. Bukan hal yang mudah karena banyak penolakan dari warga awalnya. Pasar-pasar di Solo “dihidupkan” kembali oleh Jokowi. Jokowi sadar bahwa pasar memberikan pendapatan yang lebih besar untuk wilayah kepemimpinannya ketimbang mall.

Selebaran Kampanye Walikota Solo Milik Jokowi Tahun 2005
Selebaran kampanye walikota Solo milik jokowi tahun 2005

Hal ini membuat Jokowi membatasi ijin pembangunan mall dan pusat perbelanjaan modern. Dibawah kepemimpinannya, Solo mengalami perubahan yang lebih baik bahkan menjadi kajian di universitas dalam dan luar negeri. Salah satu faktor keberhasilan Jokowi terletak pada cara komunikasinya dalam memimpin rakyat. Berkat keberhasilan Jokowi menangani Solo, pada Pilkada Solo tahun 2010, Jokowi terpilih untuk yang kedua kalinya namun dengan perolehan suara yang teralu fantastis, 90 % suara. Wow, besar sekali ya!

Belum genap masa jabatannya sebagai wali kota Surakarta, tahun 2012, PDIP mengusung Jokowi sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. Jokowi berkata bahwa ia adalah anggota partai, jadi apabila dia diberikan tugas oleh partai haruslah ia lakukan. Ia pun maju mencalonkan diri dengan didampingi Ahok sebagai calon wakilnya. Pasangan ini awalnya tidak diunggulkan.

Pasangan Cagub/Cawagub DKI Jakarta Jokowi (depan kedua kiri) dan Ahok (depan kedua kanan) bersama pendukungnya meneriakkan yel yel di posko Tim Sukses di Jalan Borobudur, Jakarta,
Pasangan Cagub/Cawagub DKI Jakarta Jokowi (depan kedua kiri) dan Ahok (depan kedua kanan) bersama pendukungnya meneriakkan yel yel di posko Tim Sukses di Jalan Borobudur, Jakarta,

Hal ini terlihat dari klaim calon pertama yang diperkuat oleh Lingkaran Survei Indonesia bahwa pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli akan memenangkan pilkada dalam 1 putaran. Selain itu, PKS yang meraup lebih dari 42 persen suara untuk Adang Daradjatun di pilkada 2007 juga mengusung Hidayat Nur Wahid yang sudah dikenal rakyat sebagai Ketua MPR RI periode 2004-2009.

Dibandingkan dengan partai lainnya, PDI-P dan Gerindra hanya mendapat masing-masing hanya 11 dan 6 kursi dari total 94 kursi, jika dibandingkan dengan 32 kursi milik Partai Demokrat untuk Fauzi Bowo, serta 18 Kursi milik PKS untuk Hidayat Nur Wahid. Namun LP3ES sudah memprediksi bahwa Jokowi dan Fauzi Bowo akan bertemu di putaran dua.

Jokowi & Megawati
Jokowi & Megawati.

Pilkada putaran kedua berlangsung sengit namun pada kenyataannya Jokowi-Ahok yang memenangkan posisi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017. Banyak perubahan baik yang dilakukan Jokowi selama memerintah DKI Jakarta namun masih dirasa kurang oleh warga DKI Jakarta karena masih banyak titik banjir di Jakarta dan kemacetan tidak berkurang.

Jokowi – Presiden RI ke-7

Jokowi tak pernah berambisi menjadi presiden. Namun, takdir politiknya berkata lain. Ini ada sedikit motivasi untuk Anda dari presiden Jokowi. Di akun Facebooknya, Jokowi mengunggah foto pribadinya dengan caption:

Namanya sebuah Perubahan dalam kurun waktu 30 tahun kita semua tdk ada yang tahu..pemuda jongkok berkaos hitam bersandal jepit itu sekarang menjadi RI 1.” Mungkin Jokowi sendiri tidak percaya dirinya yang puluhan tahun lalu kucel itu pas muda, sekarang menjadi pemimpin nomor wahid di Indonesia.

Jokowi Kucel Ketika Muda
Post Jokowi Facebook – Jokowi kucel ketika muda

Ini adalah foto Jokowi bersama teman-teman pecinta alam di kampusnya tahun 1983. Kala itu mana ada dipikiran Jokowi akan menjadi Presiden ke-7 RI yang ada hanyalah seorang lelaki pecinta alam yang sedang berjuang untuk menaikkan derajat hidup keluarganya dan menekuni bidang kayu dengan level yang lebih maju agar bisa meneruskan bakat tukang kayu yang didapat dari sang ayah.

Ya, kalau Anda perhatikan, Pak Jokowi di foto adalah yang sedang berjongkok memakai sendal dan kaos biru biasa. Intinya adalah Anda harus tetap berusaha dan tekun karena hasil tak akan mengkhianati usaha Anda dan sukses tak harus diawali dengan kemewahan dan tak harus dilahirkan dari keluarga kaya raya.

Kerja bagus Jokowi membuat PDIP kembali tak ragu memilihnya untuk bertarung dalam kancah persaingan di level yang lebih tinggi, yakni pemilihan presiden Republik Indonesia. Dan kembali, nasib baik terus mengiringi langkahnya. Berpasangan dengan Jusuf Kalla, Jokowi yang awalnya ragu melangkah, terpilih menjadi presiden ketujuh di negeri ini. Keduanya mengalahkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dalam Pilpres 2014.

Joko Widodo Times Magazine.
Joko Widodo Times Magazine.

Jokowi memulai masa kepresidenannya dengan meluncurkan Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan Kartu Keluarga Sejahtera. Upaya ini oleh partai oposisi dianggap untuk meredam sementara kenaikan harga BBM. Jokowi dikritik karena meluncurkan program yang tidak memiliki payung hukum dan melanggar tertib anggaran, namun hal ini dibantah oleh Jusuf Kalla, dengan argumen bahwa program kartu tersebut sebenarnya kelanjutan dari program yang sudah ada sehingga anggarannya pun mengikuti program tersebut.

Jokowi terlihat berwibawa sekali di foto ini
Jokowi terlihat berwibawa sekali di foto ini.

Walaupun sudah jadi Presiden dan memberikan banyak kemajuan untuk Indonesia, masih banyak saja yang “usil”. Ada yang mengejek Jokowi jelek dan kusam, ada juga yang meragukan keislaman Jokowi. Untuk masalah fisiknya, Jokowi tak ambil pusing karena menurutnya itu dirinya memang seperti itu tapi tidak akan mengubah gaya kepemimpinannya.

Sedangkan untuk masalah agama, Jokowi berkata bahwa ia adalah Islam yang hidup rukun dan berkarya di NKRI dan memegang teguh UUD 1945. Hal yang paling diperhatikan Jokowi adalah menyejahterakan rakyat. Salah satunya adalah meningkatkan sektor pasar nasional. Industri kereatif juga bangkit semenjak kepemimpinan Jokowi.

Cara kerja blusukan Jokowi dan sikapnya yang luwes dan lincah memampukannya menyelesaikan banyak masalah kenegaraan yang membutuhkan kehadirannya. Selain “blusukan”, kepemimpinan Jokowi juga dikenal akan transparansinya. Misalnya, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama sama-sama mengumumkan jumlah gaji bulanan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kepada umum.

Ia juga memulai sejumlah program yang terkait dengan transparansi seperti online taxe-budgetinge-purchasing, dan cash management system. Selain itu, semua rapat dan kegiatan yang dihadiri oleh Jokowi dan Basuki direkam dan diunggah ke akun “Pemprov DKI” di YouTube. Jokowi juga punya instagram dan akun youtube. Wah, memang benar-benar kreatif dan mau mengikuti jaman.

Jokowi Dimata Dunia

Kala menjadi wali kota Surakarta, Jokowi terpilih sebagai wali kota terbaik ketiga sedunia dalam pemilihan World Mayor Project 2012. Pemilihan ini diselenggarakan oleh The City Mayors Foundation, yayasan walikota dunia berbasis di Inggris. Jokowi juga mendapat penghargaan internasional dari Kemitraan Pemerintahan Lokal Demokratis Asia Tenggara (Delgosea) ini atas keberhasilan Solo melakukan relokasi yang manusiawi dan pemberdayaan pedagang kaki lima.gsung warga dan mendengar keluh kesah mereka. Gaya yang unik ini dijuluki The New York Times sebagai “demokrasi jalanan”.

Presiden Joko Widodo Pada Sidang Tahunan MPR Tahun 2015
Presiden Joko Widodo Pada Sidang Tahunan MPR Tahun 2015

Jokowi juga dianggap unik dari pemimpin lainnya karena tidak sungkan untuk bertanya langsung kepada warga dan mendekati mereka bila akan melancarkan suatu program. Namun, gaya ini juga menuai kritik. Misalnya, ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman menyatakan bahwa “blusukan” hanya menghabiskan waktu dan energi, sementara yang dibutuhkan adalah kebijakan langsung dan bukan sekadar interaksi. Anies Baswedan juga menilai “blusukan” merupakan pencitraan belaka tanpa memberikan solusi.

Jokowi juga meraih penghargaan untuk kategori Global Islamic Finance Leadership Awards 2016 dalam acara Global Islamic Finance Awards (GIFA). Acara itu digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan EdBiz Consulting pada September 2016.

Pastinya, masih banyak penghargaan yang diterima oleh Jokowi. Tapi, tahukah Anda apa yang dikatakan Jokowi. “Jadi penghargaan apapun saya itu ga pernah mikir. Saya itu hanya bekerja karena saya memang disuruh bekerja untuk masyarakat hanya itu saja. Diberi ya diterima, tidak juga ga pa pa. Saya kira penilaian itu ada di masyarakat. Tugas saya hanyalah bekerja,” kata Jokowi.

Padahal seperti yang dilansir dari Bloomberg.com pada artikelnya “Who’s Had the Worst Year? How Asian Leaders Fared in 2016“, Jokowi adalah pemimpin terbaik tahun 2016 se-Asia Australia. Dari 8 pemimpin yang dinilai, hanya presiden Indonesia Joko Widodo yang memiliki nilai positif dari 3 aspek yang dinilai. Aspek apa saja yang dinilai?

1. Nilai Mata Uang

2. Pertumbuhan Ekonomi

3. Dukungan dari Warganegara

Ternyata dari semua pemimpin yang turut dinilai, Pak Jokowi peringkat teratas. Berdasarkan data yang dikumpulkan untuk penelitian ini, hanya pak Jokowi yang memiliki nilai positif di semua aspek penilaian! Ngga percaya? lihat nih gambar dibawah.

Asian Australian Leaders 2016 - Bloomberg
Asian Australian Leaders 2016 – Bloomberg

Gila, bagaimana prestasi Jokowi ini tidak membanggakan? Diantara pemimpin-pemimpin Asia-Australia, Pak Jokowi bisa menjadi salah satu dengan kinerja yang terbaik lho (bahkan mungkin yang terbaik).

Salut deh dengan Pak Jokowi, cocok dengan motto “Kerja, Kerja, Kerja!” Sekarang hasil jerih payahnya sudah terlihat dan diakui di panggung dunia. Bagaimana menurut anda? Semoga sekarang anda sedikit lebih mengenal pak Jokowi yaa… Salam!

 

 

Share!
Follow by Email
Facebook
Google+
https://www.internetsatelit.co.id/tokoh/jokowi-joko-widodo/
Twitter
About Juggy 15 Articles
Blog Teknologi, Budaya & Tokoh Indonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*