Ahok – Mengenal Pak Basuki Tjahaja Purnama Lebih Dekat

Ahok Portrait
Portret Seorang Ahok

Beberapa tahun belakangan ini nama Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasanya disapa Ahok menjadi headline dan perbincangan dimana-mana. 

Walaupun Ahok sekarang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, tapi seluruh Indonesia yang bahkan tidak pernah merasakan kebijakan Ahok di daerahnya, ikut-ikut memperbincangkannya.

Baik itu sosoknya yang berketurunan Tionghoa atau karena agamanya bahkan setiap perkataannya, semuanya menjadi bahan sorotan, entah karena mengaguminya atau karena ingin mencari-cari kesalahannya. Ahok adalah gubernur Jakarta yang ke-17 yang tercantum pada daftar gubernur DKI Jakarta.

Perjalanan Singkat Hidup Ahok

Ahok lahir di Gantung, Belitung, Indonesia, pada 29 Juni 1966. Ahok adalah seorang keturunan Tionghoa. Nama Chinese Ahok adalah Zhōng Wànxué.

Ia terlahir sebagai anak sulung dari empat bersaudara dari pasangan Tjoeng Kim Nam (Indra Tjahaja Purnama, ayah) dan Boen Nen Tjauw (Buniarti Ningsih, ibu). Mungkin Anda bertanya-tanya darimana nama Ahok berasal.

Ternyata, panggilan Ahok disematkan sendiri oleh ayahnya. Ayah Ahok memangilnya Ban Hok yang artinya belajar disegala bidang. Panggilan ini adalah harapan ayah Ahok agar dirinya saat besar nanti menjadi orang sukses.

Memang benar, harapan ayahnya terwujud, Ahok kini sukses berkarier sampai sekarang menjadi Gubernur ibu kota negara RI, Jakarta.

Ahok Bocah
Pak Basuki Ketika Masih Kecil

Ayah Ahok melihat potensi kecerdasan Ahok. Saat ekonomi keluarganya sedang baik, Ahok melanjutkan pendidikan di Jakarta.

Tahun 1984, Ahok melanjutkan pendidikannya yaitu sekolah menengah di Jakarta, tepatnya di Kwitang III PSKD lalu lanjut kuliah di Universitas Trisakti mengambil jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik Mineral dan lulus tahun 1989.

Awal Mula Karier Ahok

Lulus sebagai insinyur geologi pada 1989, Ahok kembali ke Belitung dan mendirikan CV Panda, perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan.

Ahok dan Teman-Teman Ketika Masih Remaja
Ahok dan Teman-Teman Ketika Masih Remaja

Menggeluti dunia kontrkator selama dua tahun, Ahok menyadari bahwa menjadi pengolah mineral selain membutuhkan investor, juga membutuhkan manajemen yang profesional.

Seperti panggilan yang disematkan ayahnya, Ahok kembali belajar. Kala itu ia mengambil magister manajemen di Prasetya Mulia dan lulus tahun 1994.

Setelah lulus, Ahok bekerja sebagai staff direksi analisis biaya dan keuangan proyek di PT Simaxindo Primadaya, Jakarta. Karena ingin membangun tempat asalnya menjadi lebih baik, Ahok berhenti bekerja dan kembali ke Belitung pada tahun 1995.

Di tahun ia kembali ke Belitung, Ahok mendirikan sebuah pabrik, bernaung di PT Nurindra Ekapersada yang didirikannya pada tahun 1992. Ahok mendirikan PT Nurindra Ekapersada dengan keyakinan bahwa perusahaanya mampu mewujudkan visi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang tangguh.

Sedikit cerita mengenai PT Nurindara Ekapersada, perusahaan tersebut didirikan Pak Basuki dengan bantuan anak kerabat dekat ayahnya, Andi Analta Amir.

Ahok Bertemu Dengan Jodohnya, Veronica Tan
Ahok Bertemu Dengan Jodohnya, Veronica Tan

Tujuan Analta adalah agar Ahok menjadi konglomerat, tapi bantuan itu juga atas dasar keyakinan bahwa Ahok mampu mengelola perusahaan.

Pada tahun 1994, Ahok dibantu oleh Alm. Wasidewo, seorang pejuang kemerdekaan, memulai pembangunan pabrik pengolahan pasir kwarsa pertama di pulau Belitung dengan memanfaatkan teknologi Amerika dan Jerman.

Pabrik tersebut merupakan pabrik Gravel Pack Sand (GPS). Pabrik GPS ini berada Dusun Burung Mandi, Desa Mengkubang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur.

Pak Basuki berharap, pabriknya dapat memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah Belitung Timur dengan memberdayakan sumber daya mineral yang terbatas. Perusahaan yang bergerak di sektor penambangan silika ini maju cepat dibawah kepemimpinan Pak Basuki.

Ahok Berkiprah di Politik

Latar belakang pendidikannya adalah teknik dan bisnis, latar belakang politik tidak punya, keluarga juga bukan dari kalangan politik, lantas apa yang membuat Pak Basuki sekarang berkiprah di politik?

Ahok Ketika Mediasi di DPRD
Ahok Ketika Mediasi di DPRD

Mungkin, perumpamaan ayah Ahok satu ini yang membuat Ahok banting stir dari pengusaha ke politik. “Jika seseorang ingin membagikan uang 1 milyar kepada rakyat masing-masing 500 ribu rupiah, ini hanya akan cukup dibagi ke 2000 orang.

Tetapi, jika uang tersebut digunakan untuk berpolitik, bayangkan jumlah uang di APBD yang bisa dikuasai untuk kepentingan rakyat.” Itulah yang disampaikan ayah Pak Basuki kepadanya.

Dari situ Pak Basuki mulai berpikir bahwa kekayaannya tidak cukup membantu rakyat di daerahnya. Terpikir oleh Pak Basuki bahwa ia ingin jadi camat di daerah kelahirannya saja.

“Jika saya jadi camat, saya mau perintahkan tolong bantu orang miskin yang sakit, yang sekolah kasih jaminan, yang rumahnya jelek diperbaiki. Supaya jangan minta uang sama saya lagi. Itu saja niat saya,” kata Ahok menjelaskan awal minatnya ke dunia pemerintahan.

Pada tahun 2003, Ahok mulai terjun ke dunia politik dengan menjadi anggota Partai Indonesia Baru (PIB). Bercita-cita jadi camat, Ahok malah duduk menjadi anggota DPRD kabupaten Belitung Timur dikarenakan kursi DPRD masih tersisa 1000. Sepertinya karier Ahok mulus sekali, ya?

Bagaimana menurut Anda? Setelah menjabat sebagai salah satu anggota DPRD Belitung Timur, Ahok dipercaya menjadi bupati Belitung Timur.

Ahok sempat pesimis kala itu karena 93% warga Belitung Timur adalah Muslim, dia mengganggap apakah “muka minyak babi” sepertinya dapat memerintah disana.

Kegalauan Ahok ditepis seorang Ustad yang menyemagatinya untuk terus maju memerintah Belitung Timur. “Ada salah satu Ustad bilang, kalau kamu maju nanti kita bisa lebih maju. Daripada dipimpin orang yang ngakunya dapat hidayah, tapi kelakuannya kafir,” ujar Ahok mengingat perkataan Ustad tersebut kala itu.

Kediaman Ahok di Belitung
Kediaman Ahok di Belitung

Terbukti dengan tanpa kampanye besar, Ahok menjadi bupati Belitung Timur pada tahun 2005. Kenapa kok bisa Ahok terpilih menjadi bupati? Ini dikarenakan sikap Ahok yang terlihat oleh masyrakat saat menjadi anggota DPRD.

Selama di DPRD, Ahok berhasil menunjukkan integritrasnya menolak korupsi dengan menolak praktik KKN, menolak mengambil uang SPPD fiktif dan menjadi dikenal masyarakat karena ia satu-satunya anggota DPRD yang secara langsung bertemu dengan masyarakat untuk mendengar keluhan mereka.

 Jadi, blusukan itu bukan kerjaannya Jokowi saja ternyata. Tips sukses berkampanye Ahok adalah jangan bagi-bagi uang ke rakyat, tapi bagikan nomor telepon jadi rakyat bisa berkomunikasi langsung dengan calon pemimpinnya.

Sekaligus jadi tahu apa sebenernya yang sedang rakyat rasakan dan yang rakyat harapkan dari pemimpin. Bermodalkan pengalamannya sebagai pengusaha dan anggota DPRD yang mengerti betul sistem keuangan dan budaya birokrasi yang ada, dalam waktu singkat Ahok sebagai bupati Belitung Timur mampu mewujudkan pelayanan kesehatan gratis, sekolah gratis sampai SMA, pengaspalan jalan sampai ke pelosok darerah dan perbaikan pelayanan publik.

Prinsip Ahok sederhana saja, yaitu jika kepala lurus maka bawahan tidak berani tidak lurus. Prestasi Ahok kian naik. Tahun 2006, Ahok masuk dalam 10 tokoh yang mengubah Indonesia versi Tempo dan pada tahun 2007 dinobatkan sebagai tokoh anti korupsi oleh Gerakan Tiga Pilar kemitraan yang terdiri dari KADIN, Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Masyarakat Transparasi Indonesia.

Pada Pemilu legislatif tahun 2009, Pak Basuki maju menjadi caleg mewakili Partai Golkar. Meskipun awalnya ditempatkan pada nomor urut ke-4 dalam daftar caleg (padahal kursi caleg untuk Babel hanya tersedia 3, bayangkan itu? Bagaimana bisa?), Pak Basuki berhasil mendapat suara terbanyak dan memperoleh kursi di DPR berkat perubahan sistem pembagian kursi dari nomor urut menjadi suara terbanyak.

Pak Basuki
Pak Basuki

Selama di DPR, Ahok duduk di komisi II DPR. Sedikit informasi untuk Anda, setiap komisi di dpr menangani tugas yang berbeda-beda.

Komisi II menangani tugas di lungkup dalam negeri, sekretariat negara dan pemilu. Salah satu perjuangan Ahok adalah memperbaiki sistem rekrutmen kandidat kepala daerah untuk mencegah koruptor masuk dalam persaingan pemilukada dan membuka peluang bagi individu idealis non partai untuk merebut kepemimpinan daerah.

Bagi Ahok, individu baik dan jahat punya peluang sama untuk merebut kepemimpinan politik. Jika individu idealis tidak berani masuk, maka tidak heran kalau sampai hari ini banyak koruptor yang menjabat sebagai pemimpin pemerintahan.

Tahun 2012 adalah tahun dimana Ahok mulai dikenal seantero Indonesia. Di tahun yang sama, ia mencalonkan diri sebagai wakil Joko Widodo di pemilihan Gubernur periode 2012-2017.

Dengan lima saingan mereka kala itu, Joko Widodo atau yang biasa disapa Jokowi dan Ahok berhasil memenangkan Pilkada Gubernur DKI dengan dua babak pemilihan pada 20 September 2012.

Ahok Sebagai Gubernur DKI Jakarta

Tersiar kabar bahwa sebenarnya Ahok sudah berniat mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI secara independen pada tahun 2011. Namun, ia pesimis akan gagal memenuhi persyaratan mengajukan diri mengikuti pilkada Gubernur.

Namun, jalannya menuju DKI terbantu dengan menjadi wakil Gubernur DKI Jakarta. Mujurnya Ahok, cita-citanya menjadi Gubernur DKI terwujud. Pada tahun 2014, Jokowi mencalonkan diri sebagai Presiden menggantikan SBY.

Otomatis Jokowi harus mengundurkan diri dari kepemimpinannya sebagai Gubernur dan digantikan oleh Ahok. Selama kampanye Pemilu Presiden RI 2014, Ahok mengisi posisi sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Gubernur menggantikan posisi Gubernur yang kosong karena Jokowi cuti kerja untuk berkampanye. Namun, kala itu Ahok malahan mendukung Prabowo Subianto, salah satu rival Jokowi, yang merupakan satu partai dengannya.

Pasangan Cagub/Cawagub DKI Jakarta Jokowi (depan kedua kiri) dan Ahok (depan kedua kanan) bersama pendukungnya meneriakkan yel yel di posko Tim Sukses di Jalan Borobudur, Jakarta,
Pasangan Cagub/Cawagub DKI Jakarta Jokowi (depan kedua kiri) dan Ahok (depan kedua kanan) bersama pendukungnya meneriakkan yel yel di posko Tim Sukses di Jalan Borobudur, Jakarta,

Bagi Ahok, siapapun yang menang, Jokowi atau Prabowo, sama-sama membawa keuntungan buatnya. Jika Prabowo menang, Ahok dijanjikan menjadi Menteri Dalam Negeri agar dia dapat melakukan reformasi anggaran di semua pemerintahan daerah Indonesia.

Jika Jokowi menang, Ahok akan menjadi Gubernur DKI Jakarta, posisi yang memang diinginkannya. Pada saat menjabat PLT Gubernur, Ahok mewajibkan Gerakan Memungut Sampah setiap Jum’at pagi, berlaku bagi semua PNS, anak sekolah serta pegawai BUMD DKI juga membuat peraturan pemberian uang kerahiman bagi penyerobot lahan negara secara ilegal karena menurutnya hal tersebut akan mempermudah proses pemindahan penghuni ilegal ke tempat legal dan layak. Besar uang kerahiman adalah 25% NJOP.

Pada 14 November 2014, DPRD DKI Jakarta mengumumkan Pak Basuki sebagai Gubernur DKI Jakarta menggantikan Jokowi yang beberapa hari sebelumnya terpilih menjadi Presiden RI menggantikan SBY.

Pelantikan Ahok Sebagai Gubernur Jakarta
Pelantikan Ahok Sebagai Gubernur Jakarta

Pengumuman tersebut mendapat cekalan dari FPI, sebagian anggota DPRD DKI dan Koalisi Merah Putih. FPI menolak Pak Basuki dengan 3 alasan yaitu karena Pak Basuki tidak beragama Islam, perilaku Pak Basuki yang dinilai kasar, tidak bermoral dan arogan serta mewakili umat Islam menolak kepemimpinan Pak Basuki. Penolakan FPI berujung bentrok dan kekerasan.

Aksi yang direncanakan ini menyebabkan Ahok kesal karena membuat aparat polisi luka-luka saat mengamankan demonstrasi. Menanggapi hal ini, Ahok mengirimkan surat pembubaran FPI kepada Kementrian Hukum dan HAM serta Kementrian Dalam Negeri RI.

Tapi, nyatanya sampai detik ini organisasi FPI masih berdiri. Bentrokan dan penolakan tak menghentikan prosesi pengangkatan Pak Basuki sebagai gubernur. Pada 19 November 2014, Pak Basuki resmi dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta menyelesaikan sisa masa jabatan Jokowi.

Ahok mempersilakan warga DKI Jakarta untuk melihat kinerjanya sehari-hari yang bisa disaksikan di media youtube. 

Transparansi kerja yang selama ini abu-abu kini menjadi bening. Dari video-video kinerja Ahok inilah masyarakat Indonesia menjadi tahu cara Ahok memerintah, termasuk cara bicaranya yang ceplas-ceplos dan terkesan kasar.

Ahok Marah
Ahok Marah Sama Seseorang

Walaupun kasar, namun perkataan-perkataan tersebut ada latar belakangnya, bukannya tanpa alasan. Pangkat jabatan juga dilakukan proses lelang sehingga tidak begitu saja diserahkan karena nepotisme. Semua pegawai negeri harus bekerja keras, jam kerja ditambah, diberlakukan melaporkan pegawai negeri yang tidak melayani warga dengan sewenang-wenang atau secara malas-malasan serta tunjangan diberikan sesuai dengan kinerja.

Benar-benar hal yang jauh berbeda ketimbang pemerintahan di masa gubernur DKI Jakarta sebelumnya. Apakah Anda pernah menggunakan transportasi Trans Jakarta? Sekarang, Trans Jakarta punya banyak rute perjalanan yang lebih efektif dan menghemat waktu perjalanan, Trans Jakarta bekerja sama dengan perusahaan angkutan umum dalam hal pegalihan rute bus angkutan umum menjadi bagian rute baru Trans Jakarta.

Ahok Gubernur Terbaik se-Asia versi Majalah Globe
Ahok Gubernur Terbaik se-Asia versi Majalah Globe

Hal tersebut memberi kenyamanan perjalanan publik dan juga menyingkirkan kendaaran umum yang tak laik pakai. Laporan keluhan warga juga bisa disampaikan langsung melalui aplikasi Qlue. Aplikasi Qlue tidak main-main. Banyak perbaikan dan perubahan yang terjadi secara cepat berkat keluhan masyarakat yang disampaikan secara langsung. Contohnya apa? Contohnya perbaikan jalan yang rusak dan menyebabkan genangan air.

Keluhan yang sampai akan segera ditinjau langsung oleh pihak perbaikan jalan dan segara disiapkan peralatan perbaikan jalan. Tidak sampai seminggu setelah peninjauan, jalan sudah baik kembali. Sebaik-baiknya pemimpin pasti masyarakat tidak pernah puas dan ada saja rasa kecewa.

BPK sempat mencurigai kalau ada praktik korupsi dalam pembelian lahan RS Sumber Waras yang diperintahkan Ahok dan melaporkannya ke KPK. Ahok menuding balik bahwa ada kepentingan terselubung dari BPK atas pelaopran dirinya.

Namun, kasus ini dianggap belum cukup bukti oleh KPK. Anda tahu wilayah Kalijodo? Ya, wilayah dimana banyak sekali praktik prostitusi, penjualan alkohol dan hiburan malam. Pada Februari 2016, Ahok memerintahkan untuk menertibkan wilayah Kalijodo.

Pekerja mengangkut material hasil pembongkaran bangunan cafe di Kalijodo, Jakarta, Kamis (25/2).
Pekerja mengangkut material hasil pembongkaran bangunan cafe di Kalijodo, Jakarta.

Anda tahu, sekarang Kalijodo berubah menjadi area skateboard yang bisa dipakai berolah raga oleh anak muda dan tidak lagi untuk hal yang aneh-aneh.

Beberapa masyarakat Muslim punya tingkat “ke-ilfeel-an” yang berbeda-beda terhadap Ahok. Bagi Muslim yang anti kafir, mereka sangat menjauhi hal-hal yang ada kekafirannya.

Bagi mereka, Ahok tidaklah lebih dari seorang kafir walaupun perbaikan-perbaikan dan perubahan-perubahan baik telah ia lakukan. Sebaik-baiknya Ahok, ia hanyalah kafir. Di hari Idul Adha 1435 H, Ahok secara terbuka menyumbangkan kurban sembelihan kepada warga Luar Batang, Jakarta. Namun, hewan kurban tersebut ditolak.

Walaupun ditolak, nyatanya hewan kurban Ahok lenyap entah kemana. Mungkinkah sudah dibagi-bagikan pada warga? Tidak ada yang tahu, hehehe.

Kabarnya hewan kurban dari Ahok tetap disembelih dan diberikan kepada warga yang membutuhkan namun tidak diketahui diserahkan pada warga daerah mana karena hakekatnya sumbangan kurban yang ditolak di suatu daerah akan diserahkan ke daerah lain jadi tidak dibuang begitu saja.

Pada Februari 2017 mendatang diadakan Pemilu Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 pun pada saat ini para kandidat calon Gubernur sudah mulai berkampanye.

Cagub Pilkada 2017
Cagub Pilkada 2017

Bagi beberapa orang, ini adalah momen untuk menyingkirkan Ahok dari DKI dan bagi beberapa orang, ini adalah saatnya benar-benar memilih Ahok setelah sebelumnya jabatan Gubernur DKI hanyalah diturunkan saja padanya.

Bagi Ahok, dibenci bukanlah masalah asalkan tetap menjalankan amanah kepemimpinan dengan kemampuan terbaik. Baginya, menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta hanyalah modal untuk membantu hidup warga Indonesia di DKI Jakarta menjadi lebih baik dan sejahtera. Kebencian memang menimbulkan keresahan dalam diri.

Insiden Penistaan Agama

Ahok dianggap menistakan agama Islam, agama mayoritas warga negara Indonesia. Kok bisa? Begini ceritanya. Pada 30 September 2016, Ahok melakukan dialog bersama warga Kepulauan Seribu. Dialog ini direkam dan diunduh di youtube.

Indonesia memang sedang marak-maraknya kreatif dibidang berita hoaks. Dengan kebebasan berekspresi dan kemampuan mengedit atau provokasi, video tersebut dibuat potongannya dan disebar di media sosial.

Buni Yani, seorang dosen dan mantan wartawan, melihat video potongan tersebut di timeline facebook miliknya dan sontak ia merasa video tersebut sangat sensitif lalu Buni Yani membuat manuskrip video tersebut dan membagikan video tersebut beserta manuskrip yang ia buat ke media sosial. Manuskrip versi potongan Buni Yani menyorot perkataan Ahok yang seolah-olah berkata “jangan mau dibohongin surat Al Maidah 51 (surat Al-quran)”.

Tak mengherankan, video beserta manuskrip itu mengundang amarah seluruh umat Muslim di Indonesia. Awalnya, Buni Yani bersikukuh bahwa Ahok melecehkan agama dengan mengatakan hal yang sensitif kepada warga di Kepulauan Seribu, tapi akhirnya pada saat ia diundang ke acara Indonesia Lawyers Club, Buni Yani mengakui bahwa ia salah dengar dan melupakan satu kata di video potongan tersebut. Kata apa itu? Kata “pakai”.

Buni Yani Penyebar Hoaks
Buni Yani Penyebar Hoaks

Jadi, seharusnya Ahok mengatakan “jangan mau dibohongin pakai surat Al Maidah 51 (surat Al-quran)”, dimana merujuk pada oknum-oknum yang ingin mempengaruhi warga dengan menggunakan ayat Al-quran, bukan mengatakan ayat Al-quran membohongi warga.

Tak peduli dengan versi yang sesungguhnya, masyarakat marah dan meminta Ahok segera turun dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Ahok coba menjelaskan apa yang sebenarnya ia katakan dan ia meyakinkan kalau bila ia mengatakan hal seperti itu pastilah pada saat dialog berlangsung ia sudah diprotes warga tapi kenyataannya dialog berlangsung sampai akhir. Masyarakat tidak peduli dan meminta Ahok meminta maaf karena telah melecehkan firman Allah SWT dan menistakan agama Islam.

Beberapa hari setelah kehebohan terjadi, Ahok menuruti permintaan warga dengan meminta maaf namun nyatanya Ahok sekarang sedang berurusan dengan badan hukum karena perkataannya itu. Walaupun berurusan dengan hukum, ia tidak dikurung dalam penjara.

Masyarakat Muslim yang tersinggung oleh Ahok mendesak kepolisian dan presiden Jokowi untuk bersikap adil. Desakan itu mereka utarakan dengan menggelar demo 411 pada 4 November 2016.

Ahok Di Demo Massa 411
Ahok Di Demo Massa 411 Yang Berakhir Dengan Kerusuhan

Demo yang dilaksanakan oleh masyarakat beragama taat tersebut nyatanya berlangsung tidak tertib, malahan ricuh dan menimbulkan kekacauan sampai malam hari.

Terjadi aksi menyerang para pengguna jalan, bakar ban dan penjarahan mini market. Demo yang ricuh tersebut tak membuahkan hasil. Bahkan Jokowi tak bertemu dengan pendemo karena melakukan kunjungan kerja ke Tangerang juga masyarakat pengguna jalan juga marah karena pendemo tak tertib dan mengganggu aktivitas kerja.

Alhasil, kekecewaan timbul dari pendemo dan penyelenggara demo. Tidak ada dukungan yang diberikan masyarakat kepada pendemo karena kerusuhan yang terjadi. Namun, hal tersebut tak mematahkan semangat pendemo.

Demo lanjutan terjadi. Pada 2 Desember 2016, terjadi demo 212 di Monas dan sekitarnya. Kali ini, presiden Jokowi datang menghampiri pendemo ditengah derasnya hujan dan mengajak solat Jum’at bersama.

Setelah solat Jum’at, Jokowi menghimbau masyarakat untuk kembali kerumah masing-masing dengan tertib.

Demo Umat Islam
Demo FPI Untuk Pak Basuki

Banyak yang berpendapat bahwa aksi demo 411 dan 212 adalah usaha untuk menyingkirkan Ahok dari DKI Jakarta, bukan karena kasus penistaan agama.

Ada juga yang beranggapan bahwa demo tersebut dibiayai oleh partai tertentu yang merupakan rival Ahok. Namun, sampai sekarang tidak ada kepastian kabar tersebut.

Ditengah kekacauan, Ahok masih bebas dan masih diperbolehkan berkampanye untuk Pilkada Gubernur DKI Jakarta 2017 mendatang namun Ahok sudah mulai menjalankan masa sidang pengadilan. Dikabarkan oleh Liputan 6, terdapat keganjalan pada sidang Ahok seperti pada saat persidangan berlangsung, kuasa hukum Ahok, Rian Ernest, dilarang mengikuti persidang oleh pihak kepolisian.

Ahok - Basuki Tjahaja Purnama
Ahok – Basuki Tjahaja Purnama

Keluarga angkat Ahok, Andi Alanta dan Nana Riwayati, yang beragama Muslim ikut mendampingi Ahok dipersidangan setelah bersusah payah berdebat dengan pihak kepolisian meyakinkan mereka laik untuk hadir di persidangan.

Sekarang Pak Basuki menjadi lebih sentimentil, pendiam dan melankolis. Pak Basuki sempat menangis di persidangannya sendiri pada 13 Desember 2016, ia berkata, “Kemarin itu persis 19 tahun bapak angkat saya meninggal, sementara saya duduk disidang menista agama bapak saya”.

Kali kedua Pak Basuki menangis saat ibu kandungnya, Buniarti, menyemangatinya saat Pak Basuki dan istri sungkem kepada sang ibunda pada acara deklarasi perempuan pendukung Basuki-Djarot.

Akan ada sidang lanjutan untuk Ahok, Ahok berharap sidang atas dirinya bisa disiarkan live di stasiun tv seperti sidang Jessica sehingga masyarakat tahu yang sebenarnya. Hari-hari Ahok makin sibuk saja, menjalani sidang dan berkampanye.

Ahok Disidang Karena Penistaan Agama
Ahok Disidang Karena Kasus Penistaan Agama

Begitulah sepak terjang Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hingga saat ini. Pada Pilkada Februari 2017, paslon Ahok & Djarot dilansir akan memenangkan pemilihan gubernur Jakarta, berdasarkan quick count dari 5 lembaga survey. 

Bila memang pak Ahok kembali menjadi gubernur, mari berharap pak Ahok dapat menjadi pribadi yang lebih baik, lebih kalem dan halus tanpa berkata kasar. Semoga beliau dapat terus melanjutkan programnya sehingga Jakarta menjadi kota yang lebih modern dan maju. Amiin.

Update May 2017 : Ahok memenangkan Pilkada putaran pertama, namun dengan suara dibawah 51% dari total suara. Sehingga berdasarkan peraturan, harus ada pilkada putaran kedua, dimana posisi pertama dan kedua kembali di adu. 

Paslon Ahok Djarot dikalahkan oleh pasangan Anies pada putaran kedua. Sehingga ini menetapkan bahwa pasangan Ahok Djarot harus berhenti menjabat pada Oktober 2017. Dikutip dari sebuah sumber Anies-Sandi memperoleh 57,95 persen suara atau dipilih 3.239.668 pemilih. Sementara, Ahok- Djarot meraih 42,05 persen atau 2.350.887 suara.

Setelah kekalahan yang cukup telak, Ahok ditimpa kembali dengan nasib yang tragis. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan hukuman terhadap Ahok dua tahun penjara dalam kasus penistaan agama. Ahok menjadi terdakwa pada kasus penistaan agama, ketika potongan-potongan video pidato Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 di upload oleh Buni Yani. Ketika itu, Ahok menyebut adanya pihak yang menggunakan Alquran Surat Al Maidah 51 untuk membohongi, beredar, dan memicu serangkaian aksi besar dari organisasi-organisasi massa Islam.

Kini Ahok diketahui mendekam di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Kota Depok, Jawa Barat. Setelah sebelumnya dipindahkan dari Rutan Cipinang, Jakarta Timur.

Share!
Follow by Email
Facebook
Google+
https://www.internetsatelit.co.id/tokoh/basuki-tjahaja-purnama-ahok/
Twitter
About Juggy 15 Articles
Blog Teknologi, Budaya & Tokoh Indonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*