The Martian : Perkembangan Teknologi NASA Untuk Astronot Mars

Perkembangan Teknologi NASA Rover Mars
Rover di Mars

Bayangkan anda sendirian dan tersesat lebih dari satu tahun lamanya. Sekarang bayangkan anda sendirian dan tersesat di planet Mars. Mungkin ada pernah dengar ada cerita seperti ini? Nah, itulah ide awal film The Martian. Sebuah film fiksi ilmiah yang dibuat berdasarkan buku yang ditulis oleh mantan programmer komputer Andy Weir. Pada Film tersebut banyak sekali diperlihatkan perkembangan teknologi NASA puluhan tahun kedepan.

Andy Weir Penulis buku "The Martian"
Andy Weir Penulis buku “The Martian”

Film the Martian Yang Dibintangi Matt Damon

The Martian bercerita tentang seorang astronot NASA Mark Watney yang terdampar di Mars. Dia harus berimprovisasi dengan berbagai peralatan dan teknologi seadanya, supaya bisa bertahan sampai ada kapal ruang angkasa yang menyelamatkannya. Untungnya pada film ini perkembangan teknologi NASA telah sampai ditahap yang super canggih.

Film yang dirilis tahun 2 Oktober 2015 ini menyatukan fiksi ilmiah dengan keilmuan Mars, teknologi yang sedang dikerjakan NASA, dan rencananya untuk mengirim astronot ke planet merah itu di tahun 2030an.

Potongan Gambar dari The Martian
Gambar dari film the Martian

Jim Adams, wakil deputi teknologi NASA, yang sudah membaca bukunya, mengakui ia sangat terkesan dengan cara sang penulis menampilkan teknologi yang digunakan untuk bertahan hidup di Mars. Menurutnya, “secara tidak langsung buku itu sudah banyak mensimulasikan pemikiran saya tentang apa yang akan kita lakukan, dan rencana kita untuk meluncurkan manusia ke Mars di 2030.”

Perkembangan Teknologi NASA Untuk Eksplorasi Planet Lain

Bayangin aja kalo anda disuruh pergi ke Mars.. Ngeri juga ya. Buat anda yang sudah nonton, pasti sudah tahu kan kalo film itu menunjukkan berbagai teknologi canggih. Tapi bisa tebak ga yang mana saja yang ternyata sedang dikembangkan oleh NASA saat ini?

  1. The Habitat

Di dalam film, rumah astronot Mark Watney di Mars adalah sebuah modul tempat tinggal, yang disebut Hab (singkatan dari habitat). Bangunan yang bisa ditiup ini memberikan perlindungan dari lingkungan Mars yang berat dan kejam, tetapi juga membuat sang astronot lebih terhubung dengan Bumi dan tidak merasa terlalu sendiri. Di dalam Hab, Mark tidak hanya makan dan tidur, ia juga menggunakannya sebagai laboratorium teknik dan bercocok tanam.

Perkembangan Teknologi NASA - The Habitat
The Habitat Tempat Tinggal Astronot – NASA 

NASA sendiri sudah mengerjakan sesuatu yang akan menjadi tempat tinggal para astronot saat mereka mencapai Mars. Bagian dari penelitian NASA telah dipusatkan pada apa yang disebut dengan Human Exploration Research Analog, disingkat HERA, yang berlokasi di Johnson Space Center NASA. HERA adalah tempat tinggal dengan tiga lantai yang memungkinkan NASA untuk mempelajari bagaimana manusia bereaksi bila tinggal dalam tempat yang sempit – 148 meter kubik tepatnya – di planet yang jauh.

HERA NASA
HERA adalah tempat tinggal astronot untuk simulasi di bumi.

NASA juga sedang membuat robot yang nanti akan pergi ke Mars duluan, sebelum para astronot, untuk membangun tempat tinggal dan sumber daya yang diperlukan oleh manusia. Menurut Jeff Sheehy, petugas teknis senior Direktorat Misi Teknologi Luar Angkasa NASA, beberapa robot yang digunakan di Mars nanti akan berupa mesin otonom. Yaitu robot-robot yang dapat menyelesaikan tugas dan pekerjaannya dengan tingkat kebebasan yang tinggi. Memiliki inisiatif, daya analisis, dan dapat bekerja sendiri tanpa bantuan manusia.

Nantinya pembangkit listrik dan HERA akan dipersiapkan duluan di Mars dengan menggunakan sistem khusus yang mampu bekerja sendiri dan mendeteksi bila ada sesuatu yang di luar perhitungan, lalu mencari cara sendiri untuk bisa mengatasi masalah itu. Awesome!

  1. Bertani di Luar Angkasa

Dalam film The Martian, sang astronot memanam kentang di sebuah kebun mandiri di dalam modul tempat tinggalnya. Mark harus menemukan sebuah cara agar tidak kelaparan, ia harus bisa menanam makanan yang cukup untuk empat tahun, di tempat dimana tidak ada satupun tumbuhan.

Matt Damon Menanam Kentang
Matt Damon Menanam Kentang

Terbayang susahnya kan? Untung saja Mark adalah seorang ahli tanaman sekaligus insinyur mesin, sehingga akhirnya dia bisa menemukan cara untuk menumbuhkan makanan di Hab dari beberapa kentang yang dibawa untuk keperluan misi.

Sebenarnya berkebun di luar angkasa sudah jadi kenyataan loh. Agar bisa bertahan dalam misi luar angkasa, nantinya astronot harus menanam sendiri makanan mereka, dan NASA sudah lama sekali bekerja untuk mencari tahu bagaimana cara menumbuhkan sayuran di luar angkasa.

Baru-baru ini, NASA melaporkan para astronot yang sedang ada di stasiun luar angkasa ISS berhasil memanen dan memakan selada merah. Selada dapat tumbuh tanpa tanah, menggunakan sistem lampu LED merah, biru, dan hijau serta bantalan untuk akar berisi bibit yang harus terus diairi oleh para astronot.

Steve Swanson Menanam Lada di Luar Angkasa
Steve Swanson Menanam Lada di Luar Angkasa

Dalam foto diatas, astronot NASA, Steve Swanson sedang memanen selada merah yang tumbuh pada percobaan sayuran saat sedang berada di stasiun luar angkasa. Tanaman pertama yang ditanam di stasiun luar angkasa tidak dimakan oleh para astronot, tetapi dikembalikan ke bumi untuk diteliti keamanannya.

  1. Air di Luar Angkasa

Manusia yang hidup di Mars harus bisa menciptakan persediaan air mereka sendiri, karena disana kan tidak ada danau, sungai, apalagi keran air seperti di rumah kita, dan tidak mungkin juga mengirimkan dari bumi karena akan memakan waktu yang sangat lama.

Di dalam film, Mark melakukan percobaan berbahaya dengan membakar hydrazine untuk menciptakan air. Tapi karena sebenarnya hydrazine itu zat kimia yang beracun dan tidak stabil, NASA sedang mencari cara yang lebih aman supaya astronot tetap bisa mendapatkan air di luar angkasa.

NASA melihat bahwa di stasiun luar angkasa, tidak ada yang dibuang. Keringat, air seni, dan air bekas menyikat gigi dapat didaur ulang dan diubah menjadi air layak pakai. Menggunakan Water Recovery System, air ditangkap dan disaring sampai bisa dikonsumsi. Anda pasti nyengir asem saat membayangkannya, tapi teknologi itu aman dan memang sangat dibutuhkan.

Para ilmuwan juga sedang mencari tahu bagaimana mereka akan menggunakan air yang nantinya ditemukan di Mars. Elemen yang diperlukan untuk membuat air sudah ada di Mars, jadi nantinya astronot bisa mengekstrak dan membuat air. Di beberapa tempat yang sudah dijelajahi di Mars ada bukti keberadaan air yang terkristalisasi di dalam tanah, dan sepertinya juga banyak sekali es di bagian kutub.

  1. Baju Luar Angkasa

Untuk menjelajahi pemukaan Mars, astronot memerlukan perangkat pendukung individual yaitu baju luar angkasa.

Di The Martian, Mark harus menjaga dirinya tetap hidup saat tersesat sendiri di permukaan Mars. Ini artinya dia akan sering beraktifitas diluar ruangan, berkendara, memindahkan peralatan, dan merawat tempat tinggalnya. Semua itu tidak mungkin ia lakukan tanpa baju luar angkasa yang fleksibel, nyaman, dan bisa diandalkan.

Baju pada film the Martian vs baju buatan NASA
Baju pada film the Martian vs baju buatan NASA

Para ilmuwan di NASA sedang mengembangkan teknologi baju luar angkasa yang akan membantu astronot bergerak dengan bebas. Perkembangan teknologi NASA ini diharapkan dapat membantu manusia untuk tetap hidup di Mars. Tapi baju ini bisa tetap menjaga mereka tetap aman dari debu, dan menyediakan oksigen.

Mereka mencoba menemukan keseimbangan perpaduan antara material campuran berbahan berat dengan kain. Agar baju luar angkasa nanti kuat tapi tetap fleksibel agar astronot bisa berjalan normal bahkan membungkuk. Mereka juga harus bisa melakukan pekerjaan mekanik untuk reparasi robot dan rover di hab mereka.

  1. Rover

Coba anda tebak, bagaimana caranya para astronot akan berkeliling di sekitar Mars nanti?

Ya tetap pakai mobil dong, tapi bukan seperti mobil yang kita lihat sehari-hari. Astronot nantinya akan menjelajah permukaan Mars dengan menggunakan Rover. Rover adalah sebuah kendaran khusus yang bisa dipakai berkendara sekaligus juga tempat tinggal darurat.

Rover Ciptaan NASA Untuk Digunakan Di Planet Lain
Rover Ciptaan NASA Untuk Digunakan Di Planet Lain

Rancangan rover yang ada saat ini akan dikonfigurasi ulang dan dilengkapi berbagai berbagai teknologi canggih.  Agar lebih cocok untuk transportasi astronot. Rover nantinya harus bisa berjalan dengan cepat, dilengkapi dengan perisai anti-radiasi, dan sistem baterai yang lebih canggih.

Ternyata teknologi futuristik di film-film yang saya kira akan jadi kenyataan puluhan taun lagi, sekarang sudah ada dan sedang dikembangkan oleh departemen perkembangan teknologi NASA. Perkembangan teknologi NASA semoga dapat membantu umat manusia menuju Mars untuk pertama kali. Hayo, pasti anda jadi ingin menonton beberapa film fiksi ilmiah, dan menebak teknologi mana saja yang sebenarnya sudah ada kan?

Share!
Follow by Email
Facebook
Google+
https://www.internetsatelit.co.id/teknologi/the-martian-perkembangan-teknologi-nasa/
Twitter
About Juggy 15 Articles
Blog Teknologi, Budaya & Tokoh Indonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*