Batik – Warisan Bangsa Yang Telah Hidup Ratusan Tahun

canting_batik_by_primajati-d34j19w
Canting batik & malam

Batik adalah kain dengan gambar-gambar yang dilukis dengan cairan lilin malam. Pernah dengar ngga? Kalau menulis itu dengan pulpen, maka membatik itu menggunakan canting. Corak batik itu indah, dan mempunyai karakteristik motif yang berbeda-beda. Tergantung siapa yang membuatnya dan dari mana asalnya. Batik merupakan suatu seni kebanggan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bangsa Penulis Batik
Batik dari berbagai daerah di Indonesia, bangsa penulis dan pelukis.

Batik ini sudah ada di Indonesia sejak lama sekali, bahkan sebelum abad 13. Hebatnya sampai sekarang batik ini masih digunakan oleh semua orang di tanah air, karena manfaat dan nilai estetikanya tidak usang oleh waktu. Saya yakin sekali, anda pasti punya minimal satu, bahkan dua. Kalau tidak punya, mungkin anda bukan orang Indonesia? 🙂

Batik Indonesia Didukung UNESCO

Sekarang batik sudah mendunia. Setelah batik ditetapkan oleh UNESCO menjadi warisan khas Indonesia (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009, rasa bangga warga Indonesia mengenakan batik kian bertambah.

Batik-Unesco-Kompas-02-10-09-hal-12
Batik ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya non bedawi

Bisa dilihat sekarang, banyak kantor menganjurkan karyawannya memakai batik pada hari Jumat. Seperti saya contohnya, saya pakai batik hampir setiap hari. Rata-rata orang yang pergi kondangan juga pakai batik.

Rasanya setiap artis Indonesia yang ke luar negeri untuk kerja atau sekadar plesiran, mereka seperti wajib mengenakan batik untuk mempopulerkan batik ke negeri yang mereka kunjungi.

Orang-orang penting atau artis mancanegara yang berkunjung ke Indonesia banyak yang diberi oleh-oleh baju batik. Atau mereka sendiri yang beinisiatif untuk pakai baju batik karena mereka tahu batik itu identik dengan Indonesia. Anda sebagai warga Indonesia pasti bangga atau senyum-senyum kecil kalau melihat orang luar negeri pakai batik, hahaha entah kenapa.

Kalau anda cinta Indonesia dan bangga karena nenek moyangmu mewarisi batik, sudah sepatutnya Anda punya pengetahuan tentang batik. Supaya nanti kalau ada orang luar negeri nanyain batik ke Anda, Anda gak hanya sekadar jawab, “batik itu baju corak-coraknya Indonesia banget…” lalu terdiam membisu. 

Makna dan Sejarah Singkat Batik

Banyak yang bingung sebenarnya batik itu adalah nama benda atau sebuah teknik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), batik merujuk pada kata benda.

Artinya kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu. Kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu.

Malam disini bukan langit gelap yang dipenuhi bintang-bintang, ya. Malam adalah zat padat seperti lilin. Batik diyakini merupakan kata asli Indonesia.

Kata batik merupakan gabungan dua kata bahasa Jawa, yaitu ‘amba’ (menulis) dan ‘titik’ (titik kecil atau rumit), kalau dulu masih disebutnya ambatik.

batik ditulis
Batik sedang ditulis oleh sepuh pengrajin batik

Ambatik  mengacu pada teknik menggambar atau menulis titik-titik dan serba rumit. Jadi, tidak heran kalau di baju batik atau aksesoris batik Anda terdapat banyak ornamen titiknya dan terlihat rumit. meski rumit namun nampak indah, kan? 🙂 

Seni batik sudah ada sejak lama, walaupun dulu belum punya nama. Sebagai contoh, motif-motif rumit yang terdapat di candi-candi di Indonesia sudah ada sebelum nama batik lahir.

Rumitnya Ukiran Candi Borobudur
Kerumitan pahatan pada candi Borobudur yang berkisah tentang dinasti Syeilendra

Menggambar titik-titik kecil dan serba rumit di atas kain hanya bisa dilakukan dengan menggunakan alat canting tulis dan lilin batik (malam) sebagai perintang warna.

Setiap temuan atau ciptaan baru harus punya nama, kan? Jadi, setelah diciptakannya canting tulis dan malam (lilin batik) pada sekitar abad ke-12, barulah istilah batik lahir.

Namun ternyata tidak ada sejarah yang cukup jelas mengenai asal usul batik dan siapa yang pertama kali menorehkan keindahannya. Namun, keindahan batik sudah ditemukan 2000 tahun lalu di Timur Tengah, Asia Tengah dan India.

Di Cina, batik dipraktekkan sejak jaman Dinasti Sui (tahun 581-618). Ditemukan juga layar batik sutra di Jepang saat era Nara (tahun 710-794). Ada yang menduga teknik batik berasal dari bangsa Sumeria.

Teknik ini kemudian dibawa pedagang India ke Indonesia pada abad ke-6, khususnya pulau Jawa, sehingga dikenal di Jawa dan dikembangkan oleh masyarakat Jawa. Pakaian arca dewi kebijaksanaan Buddhis, Prajnaparamita, dari Jawa Timur pada abad ke 13 juga menampilkan ukiran detil yang polanya seperti batik.

Tradisi membuat batik ternyata tidak hanya ada di Jawa saja, tapi juga di daerah Indonesia lainnya seperti Toraja, Flores, Halmahera dan bahkan Papua. Namun, dareah-daerah tersebut hanya mengembangkan tradisi membatik.

Bukan karena terpengaruh unsur Hinduisme. Sedangkan teknik batik yang rumit dengan canting memang ditemukan di Jawa karena alat canting tulis memang ditemukan di Jawa.

Dalam literatur Eropa, teknik batik pertama kali diceritakan dalam buku History of Java (London, 1817) karya Sir Thomas Stamford Raffles. Anda  Dalam buku tersebut, Raffles menuliskan setidaknya ada seratus motif batik yang ia ketahui berikut dengan proses pembuatan batik dan cara pemakaian batik.

Sepertinya Raffles sangat tertarik dengan batik karena ia juga mengoleksi berbagai macam batik. Namun sayangnya koleksi batik Raffles saat ini hanya tersisa dua.

Kalau Anda mau lihat batik kepunyaan Raffles yang hanya tersisa dua itu, Anda bisa ke Museum of Mankind London.

Batik british museum
Ini adalah salah satu batik kepunyaan Raffles yang sekarang ada di Museum of Mankind London dengan deskripsi batik desain parang rusak. Cucu Raffles, J H Drake, yang menyumbangkan warisan kakeknya untuk dimuseumkan pada tahun 1939.

Pada 1873, seorang saudagar Belanda yang bernama Van Rijekevorsel memberikan selembar kain batik yang diperolehnya saat singgah di Indonesia ke museum etnik di Rotterdam. Nah waktu dipamerkan di Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900, batik Indonesia memukau publik dan seniman disana.

Kesenian batik di Indonesia dikenal sejak jaman kerajaan Majapahit dan meluas di pulau Jawa setelah akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19.

Semua batik yang dihasilkan adalah batik tulis sampai pada awal abad ke-20 tepatnya setelah era perang dunia pertama, barulah batik cap hadir dan dikenal. Batik cap hadir karena tingginya permintaan batik pada saat itu, sehingga para pengrajin memikirkan cara untuk menigkatkan kemampuan produksi.

Banyak daerah-daerah pusat perbatikan di Jawa adalah daerah santri dan batik juga menjadi alat perjuangan ekonomi oleh tokoh-tokoh pedagang muslim untuk melawan perekonomian Belanda.

Batik bukan hanya sekadar corak-corak unik yang dilukiskan seniman batik. Batik tiap daerah di Indonesia punya ciri khas sendiri dan memiliki makna dilihat dari motifnya. Tradisi falsafah Jawa mengutamakan pengolahan jati diri melalui praktek-praktek meditasi dan mistik.

batik solo
Contoh-contoh batik Solo

Ini dilakukan dalam mencapai kemuliaan. Inilah salah satu alasan utama penciptaan corak batik-batik Jawa. Selain sebagai bentuk pengabdian sepenuhnya kepada raja yang merupakan pengejawantahan Yang Maha Kuasa di dunia.

Inilah hal-hal simbolik dari motif dan corak batik, menurut Djajasoebrata (dalam Anas, Biranul, 1995:64). Batik dulu merupakan pakaian upacara (kain panjang, sarung, selendang, dodot, kemben, ikat kepala) sehingga motifnya harus mencerminkan suasana upacara dan dapat menambah daya magis.

Lalu Kuswadji K. (1914-1986), seorang pelopor seni modern melukis batik, berpendapat bahwa motif-motif batik tidak sekadar gambar atau ilustrasi saja. Namun motif-motif batik tersebut dapat dikatakan ingin menyampaikan pesan.

Karena motif-motif tersebut tidak terlepas dari pandangan hidup pembuatnya dan pemberian nama terhadap motif-motif tersebut berkaitan dengan suatu harapan.

Ragam corak dan warna batik juga dipengaruhi bangsa asing. Mungkinkah ini karena ada unsur komersil? Hmm, tidak tahu, ya.

Batik Buketan
Batik Buketan adalah corak yang tercipta karena pengaruh Eropa

Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas dan hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu, dibuat terbatas di dalam kraton dan dipakai oleh raja serta para pengikutnya.

Oleh karena banyak pengikut raja tinggal di luar wilayah kraton, maka kesenian batik ini dibawa ke luar kraton dan dikerjakan di daerah tempat tinggal masing-masing.

Lambat laun pakaian batik menjadi pakaian umum, tidak melulu untuk kalangan kraton. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh orang Tionghoa yang juga memopulerkan corak phoenix.

Penjajah Eropa jaman dulu juga meminta batik diberi corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal di Indonesia seperti bunga tulip, juga benda-benda seperti kereta kuda atau gedung dan warna memperbanyak warna biru.

Batik Buketan sangat disukai penjajah Eropa
Batik Buketan sangat disukai penjajah Eropa

Namun, batik tradisional sendiri tidak pernah berubah dan masih mempertahankan coraknya. Karena kan masih dipakai untuk upacara adat terlebih lagi corak dan warna batik tradisional yang sudah dibuat sudah punya lambang dan makna masing-masing.

Dalam membeli atau sekedar mengerti batik, ada beberapa hal yang mesti anda pertimbangkan. Yang pertama adalah cara pengrajin membuat batik itu sendiri dan membedakan batik berdasarkan cara pembuatannya. Lalu anda mungkin harus melihat batik itu berasal darimana. Daerah asal sebuah batik juga berpengaruh terhadap motif yang digambar, warna, dan bahan yang digunakan. Mari kita Mulai.

Batik Berdasarkan Jenis Pembuatan

Berikut ini adalah beberapa jenis pembuatan batik yang cukup sering ditemukan. Diantaranya adalah tulis, cap, cetak, print dan lukis.

1. Batik tulis

Batik ini dibuat dengan tangan menggunakan canting. Sehingga corak atau motif yang dihasilkan tidak akan sama persis. Bila ada motif yang berulang, serapih apapun dibuatnya pasti ada kesalahan-kesalahan yang dibuat saat penggambaran.

Maklum, buatan tangan manusia. Pembuatannya dapat memakan 2 minggu sampai 2 tahun lho! Tapi justru inilah yang membuat batik tulis menjadi sebuah karya artistik. Harganya berkisar dari 600.000 IDR hingga 100.000.000 IDR perpotong. Gila kan?

batik tulis
Batik tulis sedang dibuat

Kalau anda suka dengan barang-barang ekslusif, saya sarankan anda membeli batik tulis. Karena tidak ada batik tulis yang sama. Seperti kata pepatah, “Serupa tapi tak sama.”

Batik tulis mungkin bisa serupa atau mirip, tapi pada prinsipnya karena mereka ditulis tangan manusia, tidak akan pernah sama persis satu sama lain.

2. Batik Cap

Batik ini dibuat dengan cap / stempel yang telah dibentuk motif tertentu, capnya terbuat dari tembaga dan besarnya sekitar 20 cm x20 cm. Pada umumnya motif batik cap adalah berulang-ulang, besar dan teratur.

cetakan-besi-batik-cap
Cap yang digunakan

Batik cap masih termasuk dalam batik yang autentik.Walaupun menggunakan cap tembaga, namun batik cap masih dianggap batik yang kualitasnya baik. Batik jenis ini masih menggunakan malam dalam proses pembuatannya.

Batik cap
Pengrajin batik cap

Cap untuk batik digunakan karena proses pembuatannya yang jauh lebih cepat dibandingkan batik tulis. Sehingga pengrajin batik dapat memenuhi permintaan pelanggan yang makin tinggi. Batik cap juga tidak semahal batik tulis, biasanya harganya 500.000 IDR kebawah perpotong.

3. Batik Cetak

Batik cetak ini sebenarnya cukup baik kualitasnya. Namun karena sering sekali tertukar dengan batik print, biasanya orang sangat ragu untuk membeli batik cetak. Nah, pembuatan batik cetak ini sebenarnya sama dengan batik cap.

Batik cetak
Batik cetak sedang dibuat

Namun karena cap ini sangat besar, maka namanya jadi batik cetak. Batik cetak ini sangat murah. Harganya biasanya dibawah 200.000 IDR perpotong. Batik cetak yang kualitasnya bagus biasanya setelah di cetak, kemudian dicolet (menorehkan lilin panas berwarna melalui canting).

Batik cetak
Pembuatan Batik Cetak

Hasilnya bisa sangat mirip dengan batik tulis. Saya sendiri punya beberapa potong batik ini, dan banyak yang bertanya “Batik tulis ya?” Tentunya yang namanya batik cetak ini proses pembuatannya lebih cepat dari batik cap, sehingga pengrajin dapat meningkatkan produksi batik.

4. Batik Printing

Batik ini dibuat dengan mesin tekstil dan meniru pola batik yang sudah ada. Banyak penikmat batik yang mengatakan bahwa batik print itu bukan batik. Karena prosesnya sangat mudah menggunakan komputer, dan tidak memiliki nilai artistik apapun.

Mesin Batik Kelowong
Mesin Batik Kelowong

Corak dan motifnya yang berulang, dengan kerapian yang sempurna. Harganya sangat murah, mungkin sekitar 10.000 – 50.000 IDR permeter. Proses pembuatan super secepat kilat karena dikerjakan oleh robot. Tapi sebenarnya untuk hari Jumat ke kantor oke-oke saja kalo menurut saya.

teknik-batik-printing-mesin
Batik Printing Mesin

Atau untuk seragam nikahan yang butuh murah dan banyak? Sebenarnya banyak sekali gunanya. Yang jadi masalah utama dengan batik printing, adalah tempat pembuatannya. Banyak produsen batik jenis ini yang berasal dari Cina, sehingga dikhawatirkan akan mematikan industri batik di Indonesia. Selain itu, ya masalah tidak ada nilai seninya sama sekali. Tujuan batik printing robot itu murni untuk bisnis, murah, cepat produksinya dan bisa dibeli skala besar. Bagus untuk seragam.

5. Batik lukis 

Dibuat dengan cara melukis langsung di atas kain. Batik lukis ini ya seperti kedengarannya, dilukis dengan kuas. Lucu ya? Mungkin anda baru pertama kali mendengar batik jenis ini. Karena memang batik jenis ini tidak lazim ditemukan.

batik-lukis
Batik Lukis

Untuk membuat batik ini, pelukis harus berkali-kali menyelupkan kuasnya pada cairan yang dipanaskan diatas kompor. Atau bisa juga langsung saja dilukis seperti biasa. Ciri-ciri batik lukis adalah warnanya yang sangat cerah dan mencolok. Biasanya motifnya persis seperti lukisan-lukisan di kanvas lukis.

batik lukis
Pembuatan batik lukis

Tidak terlihat seperti jenis batik pada umumnya, lebih bebas dan kontemporer. Dengan latar belakang yang juga warna-warni tidak hanya satu warna saja. Latar belakangnya bisa dibuat menjadi gradasi warna. Harganya bermacam-macam mulai dari 150.000 IDR hingga jutaan.

Jika anda pergi untuk membeli batik sekarang-sekarang ini, sulit sekali untuk membedakan batik berdasarkan jenis pembuatannya. Terutama jika anda membelinya dari toko atau distributor batik.

Masalahnya, membedakan batik berdasarkan jenis pembuatannya itu sangat penting! Karena tentunya, batik tulis merupakan kesenian tersendiri. Oleh karena itu harganya memang wajar lebih mahal dibandingkan batik cap atau batik cetak.

Tapi kesulitan membedakan inilah yang menjadi masalah besar. Karena teknologi sudah semakin maju, banyak sekali pengusaha batik yang membuat corak batik tulis dengan cara di cetak atau di print.

Bayangkan bila anda membayar seharga batik tulis, tapi anda mendapatkan batik cap yang dicoret-coret dikit, wah jangan sampai deh.

Bahkan tidak jarang saya temukan penjual batik yang sebenarnya tidak mengetahui jenis batik apa yang dia jual lho! Lebih tepatnya, dia sendiri mungkin tidak dapat membedakan antara batik tulis, cap dan printing.

Tapi yaaa, walaupun sulit untuk membedakannya anda wajib mengerti. Karena saya yakin anda tidak ingin tertipu. Oleh karena itu, saya akan mencoba memberikan anda tips dalam membedakan batik tulis dan yang lainnya.

Cara Membedakan Batik Tulis, Cap, Cetak dan Printing

1. Bedakan bagian depan dan belakang

Buka lebar kain batik yang ingin anda teliti. Lalu lihatlah bagian depan dan bagian belakang kain batik tersebut. Warna bolak-balik pada batik tulis biasanya sama persis, atau setidaknya sangat mirip.

Sedangkan pada batik print, bagian depan pasti warnanya lebih jelas dan mencolok dibandingkan bagian belakang. Bagian belakang batik print berwarna lebih semu, motif tidak terlhiat tidak jelas, dan keputih-putihan.

Sedangkan pada batik cap, bolak-balik depan belakang hampir sama dari segi warna dan motif walaupun sedikit redup. Tapi masih ada masalah pada metode ini.

Jika batik tulis yang anda teliti adalah batik yang ditulis hanya pada satu sisi saja, atau batik print tersebut di print dikedua sisi. Bahkan jika ini batik campuran cetak tulis, atau cap tulis, metode ini tidak akan valid.

2. Perhatikan detail motifnya

Batik tulis tidak akan pernah menghasilkan dua motif yang sama persis. Motif batik tulis cenderung tidak simetris, ukurannya bisa beda, lekukan gambar tidak persis, atau ada bekas malam yang luber.

Batik Tulis
Batik Tulis Kupu, coba perhatikan detailnya

Intinya batik tulis itu tidak sempurna. Perhatikan baik-baik pada corak-corak yang serupa. Bila ada perbedaan disetiap corak yang mirip-mirip, kemungkinan ini adalah batik tulis.

Batik cap berulang-ulang
Batik cap berulang-ulang

Kalau tidak, ya berarti ini antara batik cap atau batik printing. Kalau terlalu rapih mendekati sempurna, kemungkinan ini adalah batik printing. Terutama kalau tidak ada bau malam yang tersisa. Untuk membedakan batik cap dan print, bedakan dengan membedakan bagian belakangnya. Kalau buram keputihan pasti print.

3. Aroma

Metode ini cukup ampuh, silahkan anda cium bau dari batik tersebut. Bila ada semacam bau lilin, maka kemungkinan batik tersebut adalah batik tulis, cap, kombinasi tulis dan cap, atau kombinasi cetak dan tulis. Semua jenis batik barusan adalah jenis yang bagus.

Sekarang tinggal membedakan diantara mereka yang sangat sulit. Bau lilin seperti apa? Tenang saja, anda pasti tau ketika anda cium. Baunya seperti minyak tanah.

Tapi metode ini hanya berlaku pada batik tulis yang masih baru, banyak juga saya temui batik tulis yang sudah tidak berbau lilin malam.

4. Inisial

Kalau ada tanda tangan atau inisial pada batik tersebut, besar kemungkinan ini adalah batik tulis. Karena umumnya hanya batik tulis yang diberikan inisial pembuatnya. Batik tulis dianggap sebagai suatu bentuk kesenian, sehingga inisial merupakan suatu yang wajar.

5. Tekstur

Saya menemukan pada 20 batik tulis yang pernah saya beli, teksturnya kasar dan seperti ada serbuk-serbuk bekas lilin. Sedangkan pada batik print, ini tidak pernah ada. Pada beberapa kasus juga terdapat batik tulis yang motifnya sedikit timbul bila anda raba.

6. Harga Jual

Pastinya batik tulis itu mahal, kemudian disusul oleh cap, baru print. Tanyakan dulu ke penjual jenis batik apa yang dia jual, batik tulis harganya biasanya selalu diatas 500.000 IDR. Kalau harganya kurang dari itu, biasanya batik cap atau print.

Bagaimana kalo anda takut si penjual menjual batik print dengan harga mahal? Anda harus kembali cek dengan metode-metode sebelumnya.

Atau ya jangan dibeli kalau meragukan. Coba tawar dengan sadis, bila anda sudah mentok diharga tinggi kemungkinan memang batik tersebut adalah batik tulis.

7. Garansi

Anda minta garansi uang kembali kalau seandainya anda berhasil membuktikan bahwa batik tersebut bukan batik tulis, atau cap. Ini memang bukan cara membedakan, tapi cara pengamanan.

Batik Berdasarkan Jenis Motif & Daerah Asal

Baiklah, agar setidaknya anda punya ide tentang motif batik, saya berikan disini beberapa contohnya. Disini ada dua jenis secara garis besar, motif Klasik dan Pesisir. Dimana kedua jenis ini kemudian bercabang lagi menurut makna dan gambarnya. 

1. Batik Klasik

Batik tradisional yang memiliki makna filosofis dan ajaran-ajaran hidup pembuatnya khususnya masyarakat Jawa. Batik klasik mempunyai 2 macam keindahan yaitu keindahan visual dan keindahan filosofi.

Keindahan visual adalah rasa indah penglihatan panca indera yang diperoleh dari perpaduan atau harmoni berupa susunan bentuk dan warna. 

Sedangkan keindahan filosofi atau jiwa adalah rasa indah yang diperoleh karena susunan arti atau lambang yang membuat gambar sesuai dengan paham yang dimengerti.

Daerah yang menghasilkan batik Klasik adalah Solo, Yogyakarta, Sragen dan Semarang. Contoh motif batik klasik adalah seperti berikut.

Batik Sido Luhur Sida memiliki arti “telah terlaksana” atau “jadi”, sehingga filosofi motif batik ini adalah harapan agar seseorang dapat mencapai kehidupan yang luhur dan tercukupi secara jasmani maupun rohani.

Sido Luhur
Sido Luhur

Batik Sido Mukti Motif batik sida mukti kerap dipakai di upacara pernikahan. Makna filosofis yang terkandung di batik sida mukti adalah kemakmuran dan harapan agar seseorang dapat mencapai kebahagiaan secara lahir dan batin.

Batik Sidomukti
Batik Sido Mukti

Batik Sido Mulyo Harapan akan kemakmuran dan perlindungan untuk bumi adalah makan motif dari batik sido mulyo, sehingga seseorang yang memakainya diharapkan akan mendapatkan kemuliaan. Motif batik ini juga dipakai untuk upacara pernikahan, lho, dengan harapan kelak keluarga yang dibina oleh mempelai akan berhasil dan mendapat kemuliaan. Wah, berat ya makna batik yang satu ini.

Batik Sido Mulyo
Batik Sido Mulyo

Batik Cuwiri Batik cuwiri kerap dipakai untuk prosesi memperingati usia bayi dalam kandungan ibu yang beranjak tujuh bulan (Mitoni). Cuwiri sendiri artinya kecil-kecil. Filosofi batik cuwiri adalah harapan agar sejak kecil seseorang dapat memiliki nilai kebaikan sehingga dihormati masyarakat.

Batik Cuwiri
Batik Cuwiri

Batik Kawung Anda tahu buah kawung? Ya, motip batik kawung memang menyerupai buah kawung, berpola oval dan tersusun secara teratur sehingga memiliki bentuk pola geometris. Tapi, kerap juga polanya dianggap menyerupai bunga teratai yang memiliki empat buah mahkota yang merekah. Filosofi motif batik kawung adalah umur panjang dan kesucian.

Batik Kawung
Batik Kawung

Batik Tambal Konon, motif batik tambal dipercaya dapat memberikan kesembuhan bagi orang yang sedang sakit. Dahulu, menyelimutkan kain batik tambal pada seseorang yang sedang sakit sama saja dengan mengharapkan agar orang itu lekas sehat dan yang rusak pada dirinya segera dapat diperbaiki. Makna motif tambal sendiri adalah memperbaiki diri sehingga menjadi lebih baik secara lahir maupun batin.

Batik Tambal
Batik Tambal

Batik Truntum Lagi-lagi ini adalah motif batik yang dipakai di upacara pernikahan. Tapi, dalam upacara pernikahan, kain ini dipakai oleh orang tua kedua mempelai pengantin. Kenapa? Karena truntum artinya menuntun. Sehingga sesuai dengan maknanya, orang tua pengantin diharapkan dapat memberikan tuntunan yang baik kepada kedua mempelai dalam memasuki kehidupan mereka yang baru.

Batik Truntum
Batik Truntum

Batik Parang Parang berasal dari kata “pereng”, yaitu lereng. Perengan menggambarkan garis menurun dari tinggi ke rendah secara diagonal. Pola seperti huruf S yang berkesinambungan, terinspirasi dari ombak samudra yang melambangkan semangat yang tak pernah padam. Motif batik parang melambangkan kekuasaan.

Dahulu, motif batik parang dilarang dipergunakan sembarangan, sehingga hanya boleh dipakai oleh raja dan kerabat raja saja. Besar dan kecil pola parang menandakan kedudukan sosial pemakainya dalam lingkungan kerajaan.

Jenis batik parang ada parang rusak, parang barong, parang kusumo, dan lain-lain. Wah, batik parang rusak kepunyaan Raffles menandakan kedudukan sosial yang seperti apa, ya? Karena polanya besar-besar. Bagaimana pendapat Anda?

Batik Parang
Batik Parang

Batik Grompol Grompol dalam bahasa Jawa memiliki makna berkumpul atau menjadi satu. Latar belakang batik grompol adalah harapan orang tua agar semua hal yang baik dapat berkumpul, seperti kebahagiaan, rejeki, kerukunan, dan ketentraman.

Batik Grompol
Batik Grompol

Pada upacara pernikahan, batik grompol melambangkan harapan agar keluarga yang baru terbentuk dapat terus selalu bersama, berkumpul dan mengingat keluarga besar kemanapun nantinya mereka pergi.

2. Batik Pesisir

Batik yang tidak menganut pola tradisional melainkan memiliki kebebasan dan kemandirian dalam pengungkapan bentuk dan warna. Warna-warna dan gambar yang dilukis pada batik pesisir lebih berani dan mencolok dibanding batik klasik. Beberapa contoh batik pesisir seperti berikut.

Batik Lasem Ini batik yang banyak disebut orang sebagai batik encim. Lasem adalah sebuah kecamatan di kabupaten Rembang, Jawa Tengah, berbatasan dengan Laut Jawa sebelah Utara. Lasem dikenal sebagai “Tiongkok kecil” karena merupakan kota awal pendaratan orang Tionghoa di tanah Jawa dan terdapat banyak perkampungan Tionghoa.

Batik Lasem
Batik Lasem

Konon, warna corak batik lasem yang berwarna merah darah ayam tidak dapat ditiru oleh pembatik daerah lain. Padahal untuk menghasilkan warna merah alami seperti itu menggunakan kulit mengkudu dicampuri dengan kayu-kayuan. Kalau sekarang? Yah, pakai bahan kimia. Dahulu, batik lasem dipakai oleh wanita keturunan Tionghoa yang berusia lanjut. Pengaruh Cina kental melekat di batik lasem, seperti corak burung phoenix dan singa.

Batik Cirebon Ciri khas batik cirebon adalah motif megamendung atau awan-awanan. Motif megamendung merupakan akulturasi budaya Cina yang dikembangkan seniman batik Cirebon sesuai dengan selera masyarakat Cirebon yang beragama Islam. Batik Cirebon muncul ketika pelabuhan Muara Jati Cirebon menjadi tempat persinggahan pedagang Tionghoa, Arab, Persia dan India.

Mega Mendung
Mega Mendung

Pernikahan putri Ong Tien dengan Sunan Gunung Jati merupakan awal masuknya budaya Tiongkok ke keraton. Pernak-pernik Cina bergambar burung phoenix, naga, kupu-kupu dan banji yang dibawa putri Ong Tien sebagai persembahan kepada Sunan Gunung Jati menjadi inspirasi seniman, termasuk seniman batik.

Dahulu, motif megamendung hanya dipakai di kalangan keraton, kalau sekarang bisa Anda liat siapa saja bisa memakai batik motif megamendung ini, dari karyawan kantor sampai anak sekolahan.

Batik Belanda Belanda juga punya pengaruh pada motif bati pesisir. Motif Little Red Riding Hood yang merupakan cerita dongeng eropa adalah buktinya. Corak batik ini ada di daerah pesisir antara tahun 1840-1940. Batik Belanda awalnya diprakarsai oleh Sir Thomas Stamford Raffles yang tertarik dengan batik dan mengirimkan kain-kain batik ke Inggris untuk dilakukan proses percetakan secara massal.

Batik Belanda
Batik Belanda

Istilah batik belanda lahir karena perusahaan yang menghasilkan batik adalah wanita pengusaha Indo-Belanda dan motif-motifnya juga identik dengan eropa. Dulu, ukuran kain batik belanda lebih lebar dibanding kain batik lain karena wanita Eropa punya badan yang lebih besar ketimbang wanita pribumi dan wanita Eropa memakai kain batik untuk rok, sedangkan wanita pribumi memakai batik untuk tapih atau jarik.

Batik Pekalongan Merupakan batik yang kaya akan warna. Batik pekalongan mendapat pengaruh baik dari Cina maupun Belanda. Konon, diperkirakan perkembangan batik pekalongan bermula dari perang Dipenogoro, dimana perang ini membuat keluarga keraton harus menyelamatkan diri. Keluarga keraton dan para pengikutnya pun meninggalkan kerajaan, mereka tersebar ke arah Timur dan Barat.

Batik Pekalongan
Batik Pekalongan

Di daerah itulah keluarga kerajaan dan pengikutnya mengembangkan batik. Istimewanya batik pekalongan adalah motifnya yang selalu mengikuti perkembangan jaman. Misal, saat Jepang menjajah, lahirnya batik Jawa Hokokai yang motif dan warnanya mirip kimono jepang. Pada tahun 60an, lahir batik Tritura. Tahun 2005, lahir juga batik SBY setelah presiden SBY diangkat menjadi pemimpin negara. 

Cara Merawat Batik Anda

Merawat batik ternyata tidak bisa disamakan dengan merawat pakaian Anda yang lain, lho. Ada beberapa hal yang harus Anda ingat agar batik kesayangan Anda selalu oke dan warnanya tidak pudar:

1. Hindari menggunakan detergen karena bahan kimia detergen terlalu kuat untuk batik. Bisa-bisa warna batik Anda memudar karena terkikis bahan detergen

2. Bentuknya bulat, kulitnya keras, bila dikocok mengeluarkan busa. Ya, benar. Itu buah lerak untuk mencuci batik. Anda bisa membelinya di pasar. Atau anda dapat menggunakan sabun Lerak untuk batik, biasanya dijual di toko yang menjual batik.

3. Cuci batik dengan mengucek lembut, jangan disikat.

4. Peras kain batik dari bagian atas ke bagian bawah.

5. Jemur batik dengan cara mengangin-anginkannya, bukan dijemur di atas matahari. Lebarkan kain batik saat menjemur, jangan buat kusut agak warna kain tetap terjaga dan menghindari proses setrika saat sudah kering.

6. Kalau memang kusut, setrikalah dengan cara lapisi kain batik dengan kain tipis. Hindari menyemprotkan pewangi langsung ke kain batik karena akan merusak warna batik.

7. Hindari penggunaan kapur barus dan sejenisnya di lemari tempat Anda menyimpan batik. Kalau ingin melindungi batik dari ngengat, letakkan lada yg dibungkus tissue di sudut dalam lemari pakaian Anda.

Oke, itulah beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk merawat batik kesayangan anda. Terutama kalau batik anda harganya cukup mahal. Wajib dirawat!

Batik adalah salah satu budaya Indonesia yang masih bisa diimplementasikan di era modern seperti saat ini. Batik identik dengan seni, bayangin aja, kita bisa memakai lukisan seni sebagai pakaian formal kita. Hebat sekali Indonesia ini sebenarnya.

Seharusnya kita memakai batik dimanapun dan bisa kapanpun, tanpa terlihat aneh. Bahkan ketika hanya sedang hangout atau jalan-jalan di mall. Permasalahannya orang-orang suka bertanya “Pake batik, mau ke kondangan?” Dalam hati saya kampret nih orang. Hehehe 

Kalau anda mau tau cara membuat batik silahkan klik dan dibaca artikelnya. Saya suka sekali dengan batik, terutama faktanya, setiap daerah punya ciri khas batiknya sendiri. Saya sudah mengkoleksi banyak sekali batik, dari Lasem, Pekalongan, Solo, Yogyakarta, bahkan batik Betawi. Kalo anda gimana? 

Share!
Follow by Email
Facebook
Google+
https://www.internetsatelit.co.id/budaya/batik/
Twitter
About Juggy 15 Articles
Blog Teknologi, Budaya & Tokoh Indonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*